Home Sukses • Semangat Kemerdekaan Dengan nuansa Ramadhan

Semangat Kemerdekaan Dengan nuansa Ramadhan

 - 

Kita baru saja memperingati hari kemerdekaan. Dilihat dari segi umur bangsa kita bukan lagi seperti anak kemarin sore, yang masih bingung menentukan arah jati dirinya.

Seharusnya kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia berfikir jernih dan mengutamakan jiwa spiritual agama dalam meneruskan pembangunan yang telah diamanatkan oleh pejuang-pejuang kemerdekaan yang telah lalu.

Seperti tahun-tahun yang telah lalu, berbagai acara perlombaan yang diadakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia selalu meriah. Hal semacam itu sangat menggembirakan ditengah kondisi masyarakat kita dewasa ini sedang mengalami krisis rasa persatuan dan kesatuan, krisis mengembalikan jati diri bangsa, krisis solidaritas sosial. Ditambah lagi bangsa kita sedang mengalami keterpurukan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Politik. Fenomena ini sangat mencolok dengan seringnya terjadi perselisihan dan pertikaian di berbagai daerah di indonesia. Masalah terorisme tidak kunjung berakhir, serta masalah klaim negara lain atas budaya kita menambah daftar panjang keterpurukan negeri ini.

HAKEKAT KEMERDEKAAN

Trus apa gunanya kita setiap tahun memperingati hari kemerdekaan?. Masihkah kita teringat perasaan ketika bangsa Indonesia berjuang mencapai kemerdekaannya. Upacara Bendera 17 Agustus, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, detik-detik Proklamasi, mengobarkan salam merdeka, jiwa nasionalisme, acara renungan jasa para pahlawan, kegiatan tabur bunga di makam pahlawan, berkobarnya semangat persatuan dan kesatuan, perlombaan panjat pinang, lomba makan kerupuk, serta berbagai kegiatan mengisi hari kemerdekaan. Teringatkah kita akan persaudaraan sejati yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan ketika bangsa Indonesia mengusir penjajah yang telah menghabisi kekayaan Indonesia.

Kemerdekaan suatu bangsa mempunyai makna yang berarti sebuah negara tidak hanya proses pengambilalihan pemerintahan dari golongan penjajah kepada satu golongan pemerintah lain yang lebih berhak akan tetapi pada hakikatnya, kemerdekaan tanah air adalah nikmat terbesar atas limpahan karunia Allah Yang Maha Kuasa. Kemerdekaan negara merupakan kebebasan jiwa dan raga rakyatnya yang menuju nilai-nilai kebenaran dari keadaan terbelenggu oleh aturan-aturan untuk mengikuti perintah penjajah, kebebasan akal dan pikiran rakyat oleh belenggu kebodohan dan kejahilan yang menuju kecerdasan ilmu yang lebih cerah, kebebasan akal-budi rakyatnya dari keterpurukan akhlak serta pelanggaran moral dan etika yang menuju terbentuknya nilai-nilai moral murni dan berakhlak tinggi, kebebasan rakyat dari belenggu kemiskinan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

SPIRITUAL KEMERDEKAAN

Di bulan Ramadhan ini sebenarnya kita mempunyai kesempatan merenungkan kembali arti kemerdekaan dengan hakekat yang sesungguhnya. Berpuasa di bulan ramadhan melatih kita atas kedisiplinan dan kejujuran jiwa yang dapat menggugah kita dalam mengisi kemerdekaan ini.

Sangat tepat jika bulan Ramadhan kita katakan sebagai jembatan untuk kembali meraih dan membangun nilai-nilai spiritual dalam diri kita semua yang berguna untuk pembangunan bangsa ini. Kita sebagai manusia yang beriman mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran kepada makhluk lainnya yang dianugerahkan dari Penciptanya. Karena itu, setiap manusia harus berani mempertahankan prinsip dan tanggungjawabnya secara individual.

Kita sebagai makhluk sempurna yang mempunyai hak dan kewajiban harus secara bersama-sama memperkokoh norma-norma sosial kemasyarakatan dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah digariskan oleh ALLAH SWT. Penolakan atas kenyataan demikian sama saja dengan menolak ketentuan yang telah dilimpahkan ALLAH SWT kepada kita sebagai amanat.

Mulai dari dalam pribadi kita masing-masing, kita wajib menata kehidupan yang sesungguhnya, bagian dari proses meneruskan cita-cita kemerdekaan. Jadi, bulan Ramadhan sesungguhnya bulan terbaik sebagai introspeksi atas apa yang telah kita perbuat kepada bangsa ini. Proses intospeksi diri ini melibatkan evaluasi diri kedalaman jiwa untuk diwujudkan kembali dalam keseharian sebagai akhlak dan perilaku mulia yang dimulai di linkungan kita. Tentunya evaluasi ini berdasarkan atas pengalaman atas semua peristiwa dan perilaku kita sebelumnya. Selain itu, evaluasi juga mencakup pemikiran untuk kehidupan berbangsa di masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya kegiatan bersama-sama yang lebih intensif di bulan Ramadhan ini seperti sholat tarawih dan tadarus Al-Quran, kita dapat menggali kebersamaan ukhuwah antar sesama umat muslim dan non-muslim guna menghidupkan kembali rasa persatuan dan kesatuan serta rasa solidaritas sosial sebagai anak bangsa yang berbudaya dan berbudi luhur. Sehingga tidak ada lagi pemikiran-pemikiran yang mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok yang menyebabkan pembangunan dalam rangka meneruskan cita-cita kemerdekaan ini menjadi terhambat.

Semoga di bulan Ramadhan 1430 hijriah ini, kita semua dapat tergugah kembali dalam memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya agar bangsa kita bisa kembali dalam semangat persatuan kesatuan yang bernuansa solidaritas sosial.

In Sukses

Author:eidecards