Home Sukses • Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

 - 

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Indonesia merupakan nama istilah ilmiah yang meliputi berbagai etnis, suku, agama dan secara geografi mempunyai banyak kepulauan. Nama indonesia diusung oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama Indonesia akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Hal semacam itu sebenarnya dapat dijadikan pedoman dalam usaha mengembalikan jati diri bangsa.

Dalam mengembalikan jati diri bangsa Indonesia dibangun dengan semangat persatuan dan kesatuan dari sabang sampai merauke, serta rasa solidaritas sosial sebagai anak bangsa. Dalam proses pembangunan bangsa sampai masa sekarang ini sedikit banyak malah terjadi perubahan sikap terhadap nilai–nilai persatuan dan kesatuan. Perubahan sistem nilai persatuan dan kesatuan yang membawa pula dalam hubungan interaksi pribadi dalam masyarakatnya.

Kini kita juga mengalami krisis akhlak dan moral yang mempunyai dampak berkelanjutan sampai dengan hari ini. Kelakuan korupsi para pejabat negeri ini semakin merajalela dan tanpa rasa malu, kepentingan pribadi dan kelompok cenderung diutamakan yang mengalahkan identitas bangsa, dan juga kemauan golongan semakin menjadi prioritas utama. Krisis ini menyangkut masalah hati nurani yang mencerminkan adanya masalah karakter, bahkan dapat dikatakan kita sedang mengalami krisis jati diri bangsa.

Munculnya terorisme, yang dipicu oleh gerakan radikalisme kelompok-kelompok separatisme dan kedaerahan (primodialisme) membuat bangsa ini semakin terpuruk. Dengan alasan agama gerakan radikalisme semakin tumbuh berkembang. Kita sebenarnya sepakat tidak menyetujui bahkan mengutuk peperangan yang dilakukan dunia barat di timur tengah. Akan tetapi apakah itu dapat dijadikan alasan untuk menghakimi sekelompok masyarakat barat di negara ini. Malahan hal itu bisa menghancurkan bangsa kita di dunia internasional.

Malahan baru-baru ini klaim negara tetangga yang menggunakan kebudayaan indonesia mengisaratkan kita bahwa pembangunan jati diri bangsa ini semakin melemah. Mereka dengan remehnya mengkomersilkan warisan budaya kita yang turun-temurun seharusnya wajib kita jaga dan lestarikan.

Dalam kondisi semacam itu sekarang ini, bangsa Indonesia sebenarnya tetap yakin bahwa persatuan dan kesatuan nasional baik yang bernuansa solidaritas sosial tetap bisa dipertahankan di negeri ini, sebab bangsa kita memang didirikan berdasar falsafah keberagaman, atas dasar rasa penderitaan yang sama akibat penjajahan asing ratusan tahun (sumpah pemuda 1928). Dengan demikian dasar berdirinya bangsa ini adalah keberagaman masyarakat dengan semboyan ”Bhinneka Tunggal Ika”.

Sebagai modal dasar bangsa Indonesia untuk mengembalikan jati diri bangsa adalah nilai-nilai dasar yang telah menjadi kesepakatan final, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Wawasan Nusantara dan ketahanan nasional. Pengelolaan kebinekaan di dalam diri kita dengan artian penempatan keanekaragaman secara proporsional dan membangun semangat dan tekad bersatu dari sabang sampai merauke, sedikit banyak dapat membantu dalam mengembalikan jati diri bangsa yang seutuhnya. Dalam sistem kenegaraan Jati diri bangsa dapat terbentuk melalui contoh perilaku para pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh dan bermoral baik, yang mempunyai semangat perubahan, berwawasan global serta tetap memiliki semangat kebangsaan dan negarawan yang kuat.

Kita sebagai generasi muda seharusnya tampil dalam pembangunan jati diri dan siap menjadi pribadi yang berkarakter, siap menggemakan semangat bangkit dari keterpurukkan, siap menggelorakan semangat Sumpah Pemuda yang berarti diwujudkan dalam pengembangan karakter dan jati diri bangsa secara nyata sebagai upaya menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk kemudian menjadi bangsa yang maju dan merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya.

In Sukses

Author:eidecards